Kamis, 17 Oktober 2013

Puisi untuk Ayah dan Ibu


Puisi ini akan kupersembahkan untuk Ayah dan Ibu kelak aku diwisuda nanti
Yaa Allah.. bimbing aku menggapainya. Aamiin

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini.
Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita dikelilingi oleh otang-orang yang kita cintai.
Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita, yaitu keluarga. Terutama orang tua.
Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, serta bimbingan dari orang tua.
Bahagiaku syurga mereka, dan deritaku pilu mereka.

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap
Pandanganku tertuju pada dua orang di kejauhan sana
Dengan senyuman yang tak asing di mataku
Dua orang yang sangat aku hargai
Dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai, dan aku sayangi
Ya, mereka adalah Ayah dan Ibuku
Dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
Seiringnya langkah.. terlintas di benakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
Ibu yang telah mengandungku selama sembilan bulan
Ibu yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini
Ibu juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
Ayah yang telah mendidikku
Ayah yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka?
Sering aku tutup kuping gak mau dengerin nasihat mereka
Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang gak pantas mereka dengar dari bibirku
Dasar cerewet, kuno, kolot!!
Tapi.. apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku?
Tidak!!!
Tidak sama sekali.
Mereka dapat tulus mema’afkan kekhilafanku
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap do’a-do’a mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini
Ya Allah.. betapa durhakanya aku
Tak sadarkah aku bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku?
Langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka
Dan kupandangi Ayah dan Ibuku inci demi inci
Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan kulit mereka yang dulu kencang, kini mulai berkeriput
Kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini
Kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata: “Ayah.. Ibu.. yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah ayah dan ibu berikan selama ini kepadaku
Terima kasih Yah, terima kasih Bu.. Aku sayang Ayah dan Ibu sampai akhir hayatku

Terima kasih...

0 komentar:

Posting Komentar