Penderitaan di Bawah
Penjajahan
Selama berabad-abad
mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah memperlakukan rakyat
Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan
hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi
kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah.
Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia
selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan
kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.
Bergantinya penjajahan
dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama
dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang
sangat merugikan, antara lain:
1.
Sistem monopoli perdagangan (menguasai seluruh perdagangan)
2.
Kerja rodi (kerja paksa tanpa upah)
3.
Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4.
Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5.
Pelayaran Hongi (mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6.
Ekstripasi (penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7.
Tanam paksa (menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)
Rakyat sangat menderita
karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama
rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC
harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang
seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat
menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak
lagi harus membayar pajak tanah. Ketentuan tanam paksa sebagai berikut:
a. Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual
di pasaran eropa.
b. Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima
dari tanah pertanian.
c. Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d. Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran
pajak tanah.
e. Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir
melebihi pajak tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f. Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g. Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.
Dalam prakteknya
ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai pemerintah Hindia
Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk kepentingan
mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.
Perjuangan Setelah
Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908
adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo.
Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr.
Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk
meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya
dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak
pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting.
Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi
Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional dan menggunakan strategi
perjuangan yang baru serta berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan
bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
1. Perjuangan dilakujan
dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2. Para pemimpin
berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
3. Rasa persatuan dan
kebangsaan sudah mulai tumbuh
4. Perjuangan tidak
bersifat kedaerahan lagi (perjuangan
bersifat nasional)
5. Srategi
perjuangan diplomasi
6. Perjuangan
dengan organisasi modern.
Menurut Ismaun
(1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh
faktor:
a. Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
b. Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
c. Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
d. Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
e. Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
f. Pecahnya Perang Dunia I
g. Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo
berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang
bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
1. Sarekat Islam
2. Indische Partij
3. Gerakan Pemuda
4. Partai Nasional Indonesia
5. Fraksi Nasional
Menjelang Proklamasi
Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah
kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan
kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di
Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan
diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Faktor yang mendorong
rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang
kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras
pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan
harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa
Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan
pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan
kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang.
Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari
Jepang.
Akhirnya setelah
mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung
mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan
kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan
masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945
pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi kemerdekaan
dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang
Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi
menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.

0 komentar:
Posting Komentar