Minggu, 20 April 2014

Karakteristik Perjuangan Bangsa Indonesia dalam Menghadapi Penjajah Setelah Tahun 1900-an

Penderitaan di Bawah Penjajahan
Selama berabad-abad mendatangkan penderitaan bangsa Indonesia bangsa penjajah memperlakukan rakyat Indonesia semena-mena tidak lagi ada kemerdekaan, kebebasan, dan kedaulatan hanya ada pemaksaan, penindasan, eksploitasi tenaga manusia, eksploitasi kekayaan tanah air yang keuntungannya untuk kepentingan bangsa penjajah. Portugis pertama kali datang ke Indonesia memonopoli perdagangan di Indonesia selalu memaksakan keinginannya dengan jalan kekerasan mereka menaklukan kerajaan-kerajaan yang tak mau tunduk.
Bergantinya penjajahan dari Portugis ke Belanda hasilnya semakin buruk jauh lebih buruk dan lebih lama dan penjajahan yang dilakukan oleh VOC menerapakan beberapa kebijakan yang sangat merugikan, antara lain:
1.      Sistem monopoli perdagangan (menguasai seluruh perdagangan)
2.      Kerja rodi (kerja paksa tanpa upah)
3.      Pungutan pajak yang sangat memberatkan rakyat
4.      Wajib tanam kopi untuk perdagangan VOC
5.      Pelayaran Hongi (mendayung perahu kora-kora di perairan maluku)
6.       Ekstripasi (penebangan tanaman yang melanggar aturan monopoli )
7.      Tanam paksa (menanam tanaman keperluan ekspor VOC ke Eropa)
Rakyat sangat menderita karena harus kerja rodi menyerahkan semua hasil tanamn dan itu berlangsung lama rakyat akhirnya kelaparan dan akhirnya meninggal dunia. Penyerahan pajak ke VOC harus dalam bentuk barang yaitu hasil pertanian mereka bukan dalam bentuk uang seperti sistem pajak tanah. Vandenbosch berpendapat bahwa sistem ini dapat menaikan tanaman dagangan yang dikirim ke Belanda, menguntungkan rakyat tidak lagi harus membayar pajak tanah. Ketentuan tanam paksa sebagai berikut:
a.    Menyediakan sebagian dari tanahnya untuk menanam tanaman yang dapat dijual di pasaran eropa.
b.    Bagian dari tanah pertanian untuk tujuan ini tidak boleh melebihi sperlima dari tanah pertanian.
c.    Waktu pengerjaan tanaman wajib tidak boleh melebihi waktu penanaman padi.
d.   Bagian dari tanah untuk menanam tanamamn wajib dibebaskan dari pembayaran pajak tanah.
e.    Tanaman wajib diserahkan kepada pemerintah hindia belanda jika ditaksir melebihi pajak tanah yang harus dibayar maka selisih akan dikembalikan.
f.     Panen yang gagal akan dibebankan pada pemerintah.
g.    Pengerjaan tanah di bawah pengawasan kepala pemerintah.
Dalam prakteknya ketentuan-ketentuan tersebut diselewengkan oleh para pegawai pemerintah Hindia Belanda dan para pemimpin pribumi yang mencari keuntungan untuk kepentingan mereka sendiri tanam paksa sangat menyengsarakan rakyat.
Perjuangan Setelah Kebangkitan Nasional
Tanggal 20 Mei 1908 adalah hari lahirnya organisasi social pertama di Indonesia, yaitu Budi Oetomo. Didirikan oleh para mahasiswa STOVIA di Jakarta. Diprakarsai oleh gerakan dr. Mas Ngabehi Wahidin Sudirohusodo yang sebelumnya memulai kampanye untuk meningkatakan martabat rakyat dengan cara membentuk dana pelajar. Ketuanya dipilih Sutomo.
Budi Oetomo tidak pernah mendapat dukungan massa sehingga kedudukannya di politik kurang penting. Namun Budi Oetomo dipandang sebagai induk Kebangkitan Nasional karena Budi Oetomo pelopor berdirinya organisasi nasional dan menggunakan strategi perjuangan yang baru serta berbeda dengan perjuangan sebelumnya.
Ciri-ciri perjuangan bangsa Indonesia setelah tahun 1908:
1. Perjuangan dilakujan dengan menggunakan organisasi, bukan menggunakan kekerasan
2. Para pemimpin berasal dari kaum intelektual, bukan raja atau sultan
3. Rasa persatuan dan kebangsaan sudah mulai tumbuh
4. Perjuangan tidak bersifat kedaerahan lagi (perjuangan bersifat nasional)
5. Srategi perjuangan diplomasi
6. Perjuangan dengan organisasi modern.
Menurut Ismaun (1986:42), tumbuhnya kesadaran kebangsaan bangsa Indonesia di percepat oleh faktor:
a.    Perlawanan bangsa Filipina terhadap Spanyol pada tahun 1989
b.    Kemenangan Jepang atas Rusia tahun 1885
c.    Kegiatan Partai Kongres di India melawan Inggris tahun 1885
d.   Bangkitnya Kemal Pasha di Turki pada tahun 1881
e.    Keberhasilan dr. Sun Yat Sen dalam mendirikan Republik Cina pada tahun 1911
f.     Pecahnya Perang Dunia I
g.    Didirikannya Volksraad (DPR) oleh Belanda tahun 1911
Sejak Budi Oetomo berdiri pada tahun 1908, di Indonesia kemudian berdiri beberapa organisasi yang bercorak budaya, politik, maupun keagamaan.
1.    Sarekat Islam
2.    Indische Partij
3.    Gerakan Pemuda
4.    Partai Nasional Indonesia
5.    Fraksi Nasional
Menjelang Proklamasi Kemerdekaan
Ketika Belanda menyerah kepada jepang pada tanggal 8 Maret 1942, maka berakhirlah masa pemerintahan kolonial Belanda dan dimulainya pemerintahan Jepang. Kedatangan Jepang di Indonesia disambut baik oleh rakyat Indonesia karena berharap dapat melepaskan diri dari penderitaan yang berkepanjangan.
Faktor yang mendorong rakyat Indonesia mau bekerjasama dengan Jepang antara lain karena Jepang yang kuat diharapkan dapat membantu Indonesia yang lemah, selain itu sikap keras pemerintah koloniah Belanda menjelang akhir masa kekuasaanya yang tidak memberikan harapan kemerdekaan kepada para pejuang pergerakan nasional.
Keinginan bangsa Indonesia untuk merdeka memuncak pada tahun 1945. Akan tetapi terjadi perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua. Golongan tua menginginkan kemerdekaan yang tanpa pertumpahan darah dan tetap bekerjasama dengan Jepang. Sementara golongan muda menginginkan kemerdekaan yang tanpa campur tangan dari Jepang.
Akhirnya setelah mendengar berita penyarahan Jepang kepada sekutu, golongan muda langsung mendesak Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Akan tetapi , Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta malah menginginkan masalah itu dibicarakan dulu dalam rapat PPKI. Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, teks proklamasi  kemerdekaan dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan disaksikan oleh para tokoh pejuang Indonesia. Dengan dibacakanya teks proklamasi itu, maka bangsa Indonesia resmi menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan lepas dari belenggu penjajahan.


0 komentar:

Posting Komentar