Selasa, 22 Oktober 2013

Renungan Qalbu


Terbesit kekhawatiran dalam qalbu
Tatkala mata tak lagi terjaga
Tatkala lisan tak lagi terlatih berucap syukur
Tatkala telinga mendengar fitnah

Meresapi setiap laku yang menyimpang
Tersadar akan rahmat yang menjauh
Qalbuku meronta-ronta
Mencari setitik cahaya penerang yang kala ini hilang

Gelap rasa dunia
Qalbuku terasa hampa
Sesak karena nafsu yang memburu
Yaa Robbii….
Aku kembali mencari rahmat yang menghilang
Pintaku, jangan tinggalkanku bersama kegelapan
Yang kian mendera qalbu

#Aamiin

Kamis, 17 Oktober 2013

5 Cara Memperoleh Ampunan Allah


Manusia adalah makhluk yang tak luput dari kesalahan seperti kata pepatah: “Tak Ada Gading Yang Tak Retak”, selagi bernama manusia pasti punya kesalahan, apakah ia Rasul, Nabi, Waliyullah, Pemimpin apalagi manusia biasa. Sebaliknya Allah adalah Zat Yang Maha Pengampun, karenanya Allah berfirman dalam Surat ali Imran ayat 133 agar manusia bersegera mencari ampunan-Nya agar bisa berubah dari orang yang berbuat salah (dholimullinafsih atau muqtashid) menjadi orang-orang yang unggul dalam berbuat kebaikkan (sabiqunbilkhairaat).
Setelah menyeru hamba-Nya untuk bersegera mencari ampunan-Nya Allah juga menyediakan cara atau alat untuk mendapatkan ampunan tersebut. Dalam Al-Qur’an dan Hadits ada 5 cara untuk memperoleh ampunan Allah sebagai berikut:
1.    Melalui Taubat. Cara ini didasarkan pada Surat At Tahrim ayat 8. (Hai orang-orang yg beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan Tobat yang sungguh (taubatan Nashuha). Semoga Tuhanmu menghapus dosa-dosamu dan seterusnya...). Syarat utama untuk memperoleh ampunan dengan cara ini adalah beriman dan tobat yg sungguh bukan tobat sambal.
2.   Melalui Istighfar atau Memohon Ampun. Cara ini dijelaskan Allah dalam dua ayat yaitu ayat 135 surat Ali Imran dan ayat 110 surat An Nisa’. Dalam surat Ali Imran: 135, Allah berfirman: Dan (juga) orang yg apabila melakukan perbuatan keji, atau menganiaya dirinya sendiri (zolimullinafsih), ingat akan Allah, lalu memohon ampun (istighfar) atas dosa-dosanya. Dan siapakah yg memberi ampun atas segala dosa,  kecuali Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya dalam keadaan mereka sadar dan mengetahuinya. Barang siapa melakukan kejahatan, atau menganiaya dirinya sendiri, kemudian memohon ampun kepada Allah, Ia akan mendapati, bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang (An Nisa’: 110).
3.   Melalui Amal Kebaikkan. Cara atau alat ini dijelaskan Allah dalam Al Qur’an surat Hud ayat 114: Dan Dirikanlah Sholat pada kedua ujung hari dan pada permulaan malam hari. Sungguh, perbuatan yang baik menghapuskan (dosa) perbuatan jahat. Itulah peringatan bagi orang yg ingat (akan Tuhannya).Ayat ini menjelaskan bahwa perbuatan atau amal baik itu hanya bisa menghapus  dosa bagi orang yg mengerjakan Solat.
4.   Melalui Musibah. Apapun musibah yg menimpa kamu, itu disebabkan perbuatan tangan-tanganmu (sendiri), Tapi Allah mema’afkan kebanyakkan (daripadanya) (Surat Asy-Sura, ayat 30). Jadi disamping sebagai azab (hukuman), dan peringatan Allah juga menggunakan Musibah sebagai alat untuk mendapatkan ampunan dar sebagian dosa atau kesalahan Manusia, makanya orang yg mati teraniaya (musibah) ada yg dimasukkan sebagai mati Syahid, langsung masuk syurga, karena Allah telah mengampuni dosa-dosa orang tersebut.
5.   Melalui Hukuman. Sebuah hadits Nabi mengatakan: siapa yg terbukti menjalani hukuman atas perbuatannya di dunia maka Allah akan mengampuni dosanya tersebut. Tentu saja yg dimaksud dg hukuman di sini adalah hukuman yg sesuai dengan aturan Allah atau petunjuk Nabi. Hadits ini diperkuat oleh hadits lain yg menjelaskan bahwa pada suatu ketika seorang wanita datang kepada Rasul dan meminta Nabi menghukum dirinya yang telah berbuat dosa. Nabi bertanya dosa apa yg telah kamu lakukan dan apa buktinya. Wanita itu menjawab saya telah berzina dan buktinya saat ini saya sedang hamil. Kalau begitu tunggulah sampai anakmu lahir. Setelah anaknya lahir wanita itu datang lagi kepada Nabi untuk meminta Nabi melaksanakan janjinya menghukum wanita tersebut, Nabi bertanya apakah kamu menyusui anakmu? Ya jawabnya, kalau begitu selesaikanlah masa menyusuinya. Wanita tsb datang lagi setelah masa menyusui anaknya habis, lalu Nabi memerintahkan para sahabat untuk melaksanakan hukuman atas perbuatan zina wanita itu dg hukuman cambuk. Selesai pelaksanaan hukuman Nabi mengatakan bahwa wanita itu akan masuk syurga karena Allah telah mengampuni dosa-dosanya.


Fa’tabiru yaa ulil abshoor la’allakum turhamuun, wallahul muwaffiq ilaa aqwamith thoriiq, wassalaamu’alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh. Semoga bermanfa’at. :)

Puisi untuk Ayah dan Ibu


Puisi ini akan kupersembahkan untuk Ayah dan Ibu kelak aku diwisuda nanti
Yaa Allah.. bimbing aku menggapainya. Aamiin

Hari ini adalah hari yang bahagia untuk kita semua yang berada di ruangan ini.
Kebahagiaan akan terasa lebih lengkap apabila kita dikelilingi oleh otang-orang yang kita cintai.
Berbicara tentang cinta, ada beberapa orang yang tentunya tidak diragukan lagi ketulusan cintanya dan tidak akan pernah melepaskan cinta mereka untuk kita, yaitu keluarga. Terutama orang tua.
Keberhasilan dan perjuangan yang kita capai hari ini, tidak terlepas dari cinta, kasih sayang, dukungan, serta bimbingan dari orang tua.
Bahagiaku syurga mereka, dan deritaku pilu mereka.

Aku berdiri mengenakan toga ini di sebuah jalan setapak yang gelap
Pandanganku tertuju pada dua orang di kejauhan sana
Dengan senyuman yang tak asing di mataku
Dua orang yang sangat aku hargai
Dua orang yang sangat aku hormati, aku cintai, dan aku sayangi
Ya, mereka adalah Ayah dan Ibuku
Dengan disertai senyuman aku berjalan menghampiri mereka
Seiringnya langkah.. terlintas di benakku atas apa yang telah mereka lakukan terhadap hidupku selama ini
Ibu yang telah mengandungku selama sembilan bulan
Ibu yang sudah memperjuangkan hidup dan matinya hingga aku dapat hadir di dunia ini
Ibu juga yang telah merawatku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
Ayah yang telah mendidikku
Ayah yang rela bekerja banting tulang, ikhlas mengeluarkan keringatnya agar aku dapat menikmati hidup, detik demi detik, hari demi hari, bahkan tahun demi tahun
Apakah yang dapat kulakukan untuk membalas mereka?
Sering aku tutup kuping gak mau dengerin nasihat mereka
Sering banget aku bohong kepada mereka untuk kepuasanku
Sering aku melawan jika mereka marah karena kenakalanku
Sering juga aku banting pintu di hadapan mereka jika mereka tidak mengabulkan permintaanku
Dan bahkan sering aku mengeluarkan kata-kata kasar yang gak pantas mereka dengar dari bibirku
Dasar cerewet, kuno, kolot!!
Tapi.. apakah mereka memendam rasa dendam terhadapku?
Tidak!!!
Tidak sama sekali.
Mereka dapat tulus mema’afkan kekhilafanku
Mereka tetap menyayangiku dalam setiap hembusan nafas mereka
Bahkan mereka tetap menyebut namaku dalam setiap do’a-do’a mereka hingga aku menjadi seperti sekarang ini
Ya Allah.. betapa durhakanya aku
Tak sadarkah aku bahwa mereka adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku?
Langkah-langkahku terhenti di hadapan mereka
Dan kupandangi Ayah dan Ibuku inci demi inci
Badan yang dulu tegap, kekar, kini mulai membungkuk
Rambut yang dulu hitam kini mulai memutih
Dan kulit mereka yang dulu kencang, kini mulai berkeriput
Kutatap mata mereka yang berbinar-binar dan mulai meneteskan air mata bahagia, air mata haru, air mata bangga melihatku memakai toga ini
Kucium tangan mereka, kupeluk mereka sambil berkata: “Ayah.. Ibu.. yang aku berikan hari ini tidak akan cukup membalas semua yang telah ayah dan ibu berikan selama ini kepadaku
Terima kasih Yah, terima kasih Bu.. Aku sayang Ayah dan Ibu sampai akhir hayatku

Terima kasih...

Jumat, 11 Oktober 2013

REVIEW ARTIKEL “ASEAN Diuji Hadapi Sengketa Wilayah”

Source : KOMPAS, Edisi Kamis, 20 Juni 2013

Kegagalan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja bulan Juli 2012 yang lalu untuk menentukan komunike bersama terhadap China terkait dengan sengketa wilayah Laut China Selatan memperlihatkan persoalan kian memanas. Ketegangan di Laut China Selatan meningkat karena negara-negara di sekitar kawasan itu saling mengklaim wilayah mereka. Penyelesaian ke tataran diplomasi masih belum menunjukkan titik terang. Sengketa tersebut bahkan telah membelah sikap negara-negara ASEAN.

Kegagalan menghasilkan komunike bersama merupakan peristiwa pertama kalinya dalam 45 tahun keberadaan perhimpunan Asia Tenggara itu. Hal itu menunjukkan betapa China sudah demikian besar memainkan pengaruhnya kepada sejumlah anggota ASEAN yang tidak terlibat sengketa. Kegagalan tersebut juga merupakan kemunduran bagi AS dalam upaya meningkatkan pengaruh di kawasan Asia Pasifik dan menjadikan Asia Tenggara sebagai benteng untuk membendung pengaruh China.
Kepentingan AS di Laut China Selatan terkait dengan kebebasan pelayaran di perairan seluas 1,2 juta mil persegi yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Setiap tahun, nilai perdagangan yang melintasi perairan tersebut mencapai US$5,3 triliun. Dari jumlah itu, sekitar US$1,2 triliun merupakan nilai perdagangan AS. Banyak pengalihan kapal kargo di wilayah tersebut. Jika terjadi konflik di Laut China Selatan, itu akan menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar.
Alasan utama sengketa perebutan wilayah Laut China Selatan adalah kandungan gas alam dan minyak buminya yang melimpah. Menurut Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat, Laut China Selatan memiliki sekitar 25 triliun meter kubik gas alam, sama besar dengan cadangan gas alam Qatar. Belum lagi kekayaan ekosistem perairannya. Selain itu, lebih dari 50 persen perdagangan dunia melewati Laut China Selatan. Lokasinya pun strategis untuk pos pertahanan militer. Oleh karenanya, “Negeri Tirai Bambu” yang dikenal haus akan energi itu bersikeras mengklaim hampir seluruh kawasan Laut China Selatan.
Secara ekonomi dan militer, China memang dianggap sebagai negara yang paling superior dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan itu. Semua negara sungguh khawatir jika sampai persoalan itu tidak bisa diselesaikan secara damai, maka China akan bisa mendominasi.
Bagi AS sendiri persoalannya bukan sekadar China dikhawatirkan akan bisa menguasai wilayah tersebut. Yang lebih ditakutkan AS akan pengaruh China yang akan semakin menguat dan secara perlahan akan menggeser dominasi AS sebagai penguasa dunia.
Untuk itulah AS mencoba turut campur dalam penyelesaian sengketa yang terjadi di kawasan Laut China Selatan. AS bukan hanya ingin mengirimkan pesan bahwa mereka masih hadir di kawasan itu, tetapi sekaligus menekan China agar tidak berbuat macam-macam.
Upaya untuk mengimbangi pengaruh China memang menjadi strategi global AS. Langkah itu tidak hanya dilakukan melalui jalur diplomasi, tetapi juga dengan menggunakan kekuatan militer. AS terus memperkuat keberadaan militer mereka di kawasan Asia Pasifik.

Kritik dan Solusi

1.    Kritik
Saya sangat tidak setuju dengan sikap kedua negara tersebut (Cina dan Amerika Serikat). Cina dan Amerika Serikat memang merupakan negara adidaya yang sangat super. Mereka bisa melakuan apa saja terhadap dunia ini. Namun, janganlah mereka sewenang-wenang terhadap dunia. Kedua negara ini saling mencari sekutu demi kepentingan negaranya masing-masing. Cina dengan kekuatan militernya bersekutu dengan Kamboja, sementara AS bersekutu dengan Australia dan Singapura untuk menempatkan kapal-kapal perang teknologi terbarunya. AS pun mempengaruhi Jepang, Filipina, dan Vietnam untuk lebih berperan antagonistis dalam kasus ini.
Yang menjadi persoalan utama ialah apakah ASEAN dapat mencapai konsensus dan tetap bersatu dengan prinsip-prinsip mereka selama negosiasi dengan China dan AS? ASEAN yang merupakan penjaga otonomi regional Asia Tenggara seharusnya menerapkan perlindungan dari masuknya kekuatan-kekuatan besar. ASEAN juga harus belajar untuk mengonsolidasi dan mengoordinasikan sikap jika ingin terlibat dalam komunitas global. Saya berharap ASEAN bisa berupaya sekuat mungkin mencari cara menghindari konflik tersebut dan meredakan ketegangan yang terjadi. Negara-negara Asia Tenggara pun harus menghasilkan sikap bersama, jangan ada satu pihakpun yang bersikeras saling mengklaim Laut Cina Selatan apabila tidak ingin terjadi konflik yang berkepanjangan dan sampai merambat ke mana-mana.
2.    Solusi
Menurut pendapat saya, solusi yang paling tepat untuk menyelesian konflik sengketa wilayah tersebut adalah harus adanya kesepakatan dari kedua belah pihak, yaitu China dan AS agar berusaha secepat mungkin mencapai satu tata prilaku yang mengikat untuk menyelesaikan sengketa-sengketa tanpa adanya ancaman, paksaan, dan tanpa menggunakan kekuatan militer. Serta harus menghormati hukum internasional dan perdagangan yang sah tanpa adanya hambatan di Laut China Selatan. Solusi lain juga bisa dilakukan dengan cara-cara berikut ini:
Secara Damai 
1.    Jalur Politik
Negosiasi
Pada umumnya negosiasi merupakan cara yang pertama kali dan paling banyak digunakan pihak-pihak bersengketa dalam penyelesaian sengketa internasional mereka. Dapat dilakukan secara bilateral maupun multilateral, formal maupun informal dan tidak ada kewajiban untuk memilih prosedur ini dulu baru bisa menggunakan cara-cara lain.

Jasa Baik (Good Offices) 

Keterlibatan pihak ketiga dalam good offices tidak lebih dari mengupayakan pertemuan pihak-pihak bersengkata untuk berunding, tanpa terlibat dalam perundingan itu sendiri. Pihak ketiga ini sering juga disebut saluran tambahan komunikasi.

Mediasi

Apabila dibandingkan dengan good offices maka keterlibatan pihak ketiga dalam mediasi sudah lebih besar. Dalam mediasi mediator berperan aktif mendamaikan pihak-pihak bersengketa, memiliki kewenangan tertentu juga mendistribusikan proposal masing-masing pihak bersengketa.

Pencari Fakta (fact finding/Inquiry) 

Fungsi dari Inquiry adalah untuk memfasilitasi penyelesaian sengketa dengan mencari kebenaran fakta, tidak memihak, melalui investigasi secara terus-menerus sampai fakta yang disampaikan salah satu pihak dapat diterima oleh pihak yang lain.

Konsiliasi (Conciliation) Penyelesaian Melalui PBB
Penyelesaian Melalui Organisasi Regional
2. Jalur Hukum
Arbitrase
Penyelesaian sengketa melalui arbitrase menurut hukum Internasional adalah prosedur untuk penyelesaian sengketa antara negara-negara dengan penghargaan yang mengikat berdasarkan hukum. Sebagaimana halnya penyelesaian sengketa secara damai yang lain, prinsip sukarela juga mendasari penyelesaian sengketa melalui lembaga ini.

Pengadilan Internasional


Pengadilan Internasional antara lain Internatinal Court of Justice (ICJ), Permanent Court of International of Justice (PCIJ), Internatinal Tribunal for the Law of the Sea, berbagai Ad Hoc Tribunal, juga International Criminal Court (ICC). Namun ICJ sering dianggap sebagai cara utama penyelesaian sengketa hukum antar negara.


Dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Geografi Asia-Tenggara