Sebelumnya saya ingin menyapa sahabat bloggers terlebih dahulu. Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh. Salam semangat! Salam sejahtera! dan salam dahsyat untuk kita semua!!! Semoga kita masih diberikan umur panjang dan kesehatan oleh Allah SWT untuk senantiasa menjalankan rutinitas kita sebagai seorang hamba, dan aktivitas kita sebagai seorang khalifah di muka bumi ini.
Pada kesempatan kali ini saya menulis tentang TTM. Teman Tapi Modus. Eh, salah. Maksudnya Teman Tapi Mesra. Hehehe.. Tapi menurut saya sih sama aja tuh, hampir gak ada bedanya. Kalau menurut sahabat sekalian gimana? Ada yang tidak sependapat dengan saya? Or.. pada setuju semua? Hehe..
Well,, kita di sini bukan ingin membahas setuju atau tidaknya, tapi kita akan membahas tentang hakikat sebuah TTM yang sesungguhnya.
Banyak orang yang melakukan TTM dengan dalih “Kalau memang mutualistis (saling menguntungkan), kenapa tidak dilanjutkan? Lantas bagaimana dengan nasib pasangannya masing-masing? Nah lo?? Mau mendua? Masya Allah.. kalau sampai itu terjadi, Bang Roma pasti langsung bilang, “TERLALU!” (sambil geleng-geleng kepala).
Ok, ini dia type-type TTM:
1. Teman ngobrol. Kalimat paling kunci: “Nggak kok kami nggak pacaran, kami cuma temen ngobrol.” Padahal mereka sering jalan, cuma nggak ada yang berani nembak duluan.
2. Teman kencan. Tidak pacaran, tidak memiliki ikatan hubungan, tapi keduanya masih bisa berkencan dengan orang lain, tapi sering ketemu lalu melakukan hubungan diam-diam.
3. Seeing its other. Ini taraf penjajakan. Jalan bersama tapi masih berkencan juga dengan masing-masing pasangan.
4. TTM, HTS (Hubungan Tanpa Status) atau friend with benefits, no string attach. Ini yang kita sebut selalu sebagai hubungan Teman Tapi Mesra.
5. Lovers. Tidak terikat satu sama lain, tapi mereka sama-sama memiliki perasaan yang dalam. Mereka tidak saling mengikat diri, umumnya karena salah satu atau keduanya sudah menikah. Tapi tetap melakukan hubungan.
6. Significant fraters. Ini lebih platonis. Tidak melakukan hubungan sex, tidak seperti kekasih, tapi kalau salah satunya pacaran dengan yang lain, yang satunya cemburu.
7. Mantan tapi mesra. Memilih memutuskan hubungan lebih karena perbedaan keyakinan atau orang tua tidak setuju. Tau-tau LDR, tapi sekalinya ketemu, mereka kembali bermesraan.
Ada yg tidak pernah melakukan salah satu di antaranya?
Ada?
Ada??
Ada???
Saya curiga semua pernah melakukannya. #Gak usah muna!!! Hahaha
Tetapi terlepas dari pro-kontra soal TTM, ada satu yang menarik, bahwa ada TTM yang tujuannya untuk mencari kesejahteraan. Inilah TTM kedelapan yang sebenarnya sangat indah. Di mana kita bisa menjalin pertemanan dan kemesraan yang tiada henti dengan Sang Maha Cinta. Seperti tergambar dalam do’a seorang sufi perempuan, Rabi’ah al-Adawiyah. Do’anya begini:
“Wahai Tuhanku… di langit bintang-gemintang makin redup
Berjuta pasang mata telah terlelap dan raja-raja sudah menutup pintu gerbang istananya
Begitu pula para pencinta, telah menyendiri bersama kekasihnya
Tapi aku kini bersimpuh di hadapan-Mu, mengharapkan cinta-Mu karena telah kuserahkan cintaku hanya untuk-Mu
Yaa Ilahi.. malam telah berlalu dan siang menjelang datang
Aduhai seandainya malam tidak pernah berakhir
Alangkah bahagianya hatiku sebab aku dapat selalu berteman dan bermesra-mesraan hanya dengan-Mu
Ilahi.. demi kemuliaan-Mu, walaupun Kau tolak aku mengetuk pintu-Mu,
Aku akan senantiasa menanti di depan pintu karena cintaku telah terikat dengan-Mu
Yaa Tuhan.. jika aku menyembah-Mu karena takut akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamya
Dan jika aku menyembah-Mu karena berharap surga, maka campakkanlah aku dari surga
Tapi jika aku menyembah-Mu semata karena cintaku hanya kepada Engkau,
Maka janganlah Engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi”
Bermesraan dengan-Nya, Dia yang dekat jika kita dekat,
Galau akan hilang, damai pun akan datang.
#Kang_Maman_ILK
Kamis, 28 Agustus 2014
Langganan:
Postingan (Atom)
