Minggu, 20 April 2014

Mengamati Benda-Benda Langit

Kenampakan Bulan di Malam Hari



Lokasi: Pondok Pesantren Luhur Sabilussalam, Jl.WR.Supratman No.81, Gg.Bacang, RT:02/RW:09, Kampung Utan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten 15412
Waktu: Selasa, 11 Maret 2014, 20.59 WIB

Deskripsi:
Kenampakan bulan pada foto tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya utuh. Namun karena pemotretan dilakukan dengan menggunakan kamera Hand Phone 2 mega pixel, sehingga gambar bulan tersebut terlihat seperti utuh. Foto tersebut merupakan hasil perbesaran dari foto aslinya. Namun saja tidak semua benda langit dapat terfoto, seperti bintang. Karena ukuran bintang yang terlalu kecil jika dilihat dari bumi, maka bentuk bintang tidak dapat terlihat.
Pengambilan gambar dilakukan pada saat langit cerah, tidak mendung, dan tidak berawan. Ketika itu sebenarnya hanya ada beberapa bintang yang nampak pada malam tersebut, namun jumlahnya pun tidak terlalu banyak, mungkin bisa dihitung jari (khususnya di daerah Kampung Utan).
Pancaran cahaya yang dipancarkan oleh bulan pada malam itu sebenarnya lumayan terang. Namun karena kenampakannya tidak penuh, sehingga kurang begitu mengesankan. Kondisi bulan (yang gelap/tidak bercahaya) hanyalah seperempat dari bentuk bulan yang memancarkan cahaya. Seperti inilah penggambarannya:

Bulan Cembung

Lantas mengapa bentuk bulan selalu berubah-ubah pada periode/kurun waktu tertentu? Dari pertanyaan tersebut akhirnya saya mencoba mencari tahu dari sebuah sumber yang ada di internet. Dan inilah jawaban yang saya peroleh:



Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya berasal dari pantulan cahaya Matahari. Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403 km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap 27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggungjawab atas terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).
Fase bulan adalah bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Fase bulan itu tergantung pada kedudukan bulan terhadap matahari dilihat dari bumi. Fase bulan disebut juga aspek bulan.
Berikut ini adalah deskripsi dari masing-masing fase bulan:
1. Fase 1 – New Moon (Bulan baru): Sisi bulan yang menghadap bumi tidak menerima cahaya dari matahari, maka, bulan tidak terlihat.
2. Fase 2 – Waxing Crescent (Sabit Muda): Selama fase ini, kurang dari setengah bulan yang menyala dan sebagai fase berlangsung, bagian yang menyala secara bertahap akan lebih besar.
3. Fase 3 – Third Quarter (Kuartal III): Bulan mencapai tahap ini ketika setengah dari itu terlihat.
4. Fase 4 – Waxing Gibbous: Awal fase ini ditandai saat bulan adalah setengah ukuran. Sebagai fase berlangsung, bagian yang daftar akan lebih besar.
5. Fase 5 – Full Moon (Bulam purnama): Sisi bulan yang menghadap bumi cahaya dari matahari benar-benar, maka seluruh bulan terlihat. Hal ini terjadi ketika bulan berada di sisi berlawanan dari Bumi.
6. Fase 6 – Waning Gibbous: Selama fase ini, bagian dari bulan yang terlihat dari Bumi secara bertahap menjadi lebih kecil.
7. Fase 7 – First Quarter (Kuartal I): Bulan mencapai tahap ini ketika setengah dari itu terlihat.
8. Fase 8 – Waning Crescent (Sabit tua): Hanya sebagian kecil dari bulan terlihat dalam fase yang secara bertahap menjadi lebih kecil.
Kesimpulan:
Bulan sebenarnya tidak mengalami perubahan bentuk. Bentuk bulan tetap bulat. Bulan tampak berubah bentuk karena bulan mengelilingi bumi. Akibatnya, bagian bulan yang memperoleh cahaya matahari menjadi berubah-ubah pula. Karena kita hanya dapat melihat bagian bulan yang terkena cahaya matahari, maka bentuk bulan terlihat selalu berubah-ubah.

Source: http://ddayipdokumen.blogspot.com/2013/01/macam-macam-fase-bulan.html

0 komentar:

Posting Komentar